WHAT'S NEW?
Loading...


Membangun master plan e-gorvement

Mengapa di butuhkan master plan dalam e-goverment? di dalam membangun suatu teknologi informasi dan dapat diterapkan di suatu instasi terutama pemerintah dibutuhkan suatu rancangan Teknologi apa yang akan di gunakan selama jangka panjang waktu tertentu dan perioritas apa yang harus digunakan dalam suatu teknologi agar bisa di terapkan di suatu instasi perusahan maupun di instasi pemerintah. Dengan membangun masterplan e-goverment pemerintah mempunyai suatu rancangan jangka panjang dalam mengembangkan sistem agar menjadi lebih efisien dan efektif dalam mencapai suatu tujuan dalam penerapan teknologi informasi.
Dengan adanya masterplan teknologi informasi akan membuat tidak terjadi tumpang tindih atau terdapat redudansi (perulangan) aplikasi yang sama dalam setiap instasi. Dalam membangun masterplan Teknologi Informasi bukan hanya membangun software hardware saja, melainkan arsitektur bisnis, informasi, aplikasi insfrastruktur/ hardware, SDM, tata kelola dan manajemen teknologi informasi (TI)
Masterplan e-goverment  merupakan sebuah referensi untuk perencanaan sekaligus evaluasi kegitan implementasi Teknologi Informasi  bagi sebuah instasi swasta atau pemerintah daerah. Dengan  membangun masterplan akan terbentuk suatu sistem yang terbentuk dalam jaringan komputer yang akan saling terhubung antar lini di setiap pemerintah atau instasi
Dalam membangun masterplan e-goverment terdapat metode yang harus diperhatikan yaitu
1.      Framework  digunakan
Didalam membangun masterplan framwork yang digunakan yaitu TOGAf dan Federal Enterprise Architecture (FEA)
2.      Warren McFarlan’s Strategic Matrix (1983), khusus untuk menganalisa prioritisasi aplikasi
3.      COBIT 5, khusus untuk melakukan evaluasi kondisi teknologi Informasi
4.      TAM atau HOT FIT digunakan untuk evaluasi sistem informasi
Disamping itu dalam membangun  Masterplan akan didukung dengan beberapa komponen yang akan diikutkan untuk mendapat suatu rancangan teknologi yang baik yaitu
1.      Arsitektur Bisnis
3.      Arsitektur sistem informasi SDM dan peningkatan kompetensi TI
4.      Arsitektur insfrastruktur dan kemananan informasi
5.      Tata kelola dan manajemen TI (termasuk struktur organisasi


Alamat                  : Baubau, Sulawesi Tenggara
E-Mail                   : wwances@gmail.com
Facebook              : angel darmawan crtn



Dengan berkembang pesatnya penggunaan teknologi Informasi  yang terjadi dan mulai dikembangkan kota cerdas atau smart city khususnya dinegara Indonesia. Teknologi bukan lagi menjadi barang yang langka atau aneh, bahakan sangat diperlukan untuk mendukung suatu organisasi atau perusahan, baik pihak swasta maupun pihak pemerintah. Dengan dukungan IT sebuah organanisasi dalam manajemen perusahaan baik swasta maupun pemerintah akan memenangkan persaingan bisnis yang semakin lama akan meningkat. Teknologi informasi merupakan satu faktor yang akan menentukan apakah produk yang dipasarkan tersebut dapat bersaing.
Salah satu metode pengolahan informasi yamng digunakan secara luas adalah IT governance yang terdapat pada COBIT (Control Objective for Information and Related Technology). COBIT dapat dikatakan sebagai kerangka kerja teknologi informasi uang dipublikasikan oleh ISACA (Information System Audit and Control Association). COBIT berfungsi memberikan manajer, auditor, dan pengguna teknologi informasi untuk memaksimalkan keuntungan yang diperoleh melalui penggunaan teknologi informasi dan berkembang sesuai IT governance dan kontrol dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Disamping itu juga COBIT akan menjadi alat bantu untuk memecahkan permasalahan pada IT governance dalam memahami dan mengelola resiko serta keuntungan yang berhubungan dengan sumber daya informasi perusahaan. Dikarenakan COBIT merupakan sebuah tools auditor IT dalam pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secarah menyeluruh

Ada beberapa aspek yang diperiksa pada audit TI : audit secara keseluruhan menyangkut efektifitas, efisiensi, availability system, reliability, contidentiality dan integrity, serta aspek security. Selanjutnya adalah audit atas proses, modifikasi program, audit atas sumber data dan data file.

Di dalam audit TI, aspek yang harus diperhatikan adalah pengendalian internal. Dimana dibedakan menjadi 2 kategori yaitu pengendalian aplikasi (application control) dan pengendalian umum (general control). Pengendalian umum bertujuan untuk membuat kerangka pengendalian menyeluruh atas aktivitas TI dan untuk memberikan tingkat keyakinan yang memadai bahwa tujuan pengendalian internal secara keseluruhan dapat tercapai. Pengendalian umum menjamin integritas data yang terdapat dalam sistem computer sekaligus meyakinkan integritas program atau aplikasi yang digunakan untuk melakukan pemrosesan data. Sedangkan pengendalian aplikasi yang efektif akan menjamin kelengkapan dan keakurasian input, proses, output. Dalam audit terhadap aplikasi, biasanya pemeriksaan atas pengendalian umum juga dilakukan mengingat pengendalan umum memiliki kontribusi efektivitas dan pengendalian-pengendalian aplikasi.

Dengan dilakukannya audit TI diharapkan memberikan dampak positif bagi TI organisasi antara lain :
1.      Memperbaiki sistem/mekanisme perlindungan asset

2.      Memperbaiki integritas data

3.      Memperbaiki efektifitas sistem

4.      Memperbaiki efisiensi sistem

Didalam tool COBIT terdapat kerangka yang harus diikuti dalam melakukan audit terhadapat teknologi Informasi

Kerangka Kerja COBIT

Kerangka kerja COBIT yang memberikan model referensi proses untuk dapat mengamati dan mengelola aktivitas TI, serta kerangka kerja untuk mengukur dan memonitor kinerja TI, berkomunikasi dengan penyedia layanan dan memadukan praktek-praktek manajemen terbaik. Sebuah model proses mendorong kepemilikan prses, memungkinkantanggung jawab dan akuntabilitas untuk didefinisikan.
Secara keseluruhan kerangka kerja COBIT dengan model proses COBIT terdiri dari 4 domain dan 34 proses yaitu :

·         Planning and Organizing (PO), domain ini mencakup level strategis dan taktis, dan konsennya pada identifikasi cara TI yang dapat menambah pencapaian terbaik tujuan-tujuan bisnis.

·         Acquisition and Implementation (AI), solusi TI yang perlu diidentifikasikan, dikembangkan atau diperlukan, serta diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis.selain itu perubahan sistem dan pemeliharaannya dilindungi untuk memastikan solusi TI memenuhi tujuan bisnis.

·         Deliver and Support (DS), domain ini menyangkut pencapaian aktual dari layanan yang diperlukan dengan menyusun operasi tradisional terhadap keamanan dan aspek kontinuitas sampai pada pelatihan. Domain ini termasuk data aktual melalui sistem aplikasi, yang sering diklasifikasikan dalam pengendalian aplikasi.

·         Monitor and Evaluate (ME), semua proses TI perlu dinilai secara teratur atas suatu waktu untuk kualitas dan pemenuhan kebutuhan pengendalian. Domain ini mengarahkan kesalahan manajemen pada proses pengendalian organisasi dan penjaminan independen yang disediakan oleh audit internal dan eksternal atau diperoleh dari sumber alternatif.



SUBNET


Subnet adalah membagi jaringan yang besar menjadi beberapa jaringan yang lebih kecil sebagai contoh IP 192.168.0.0 – 192.168.0.255 akan kita bagi menjadi beberapa jaringan yang kecil

Maka akan muncul pertanyaan apa sih tujuan subneting ?
Tujuan subneting adalah untuk
1.      Membagi satu kelas network atas sejumlah sub network dengan kata lain membagi jaringan yang besar menjadi beberapa jaringan yang kecil
2.      Penggunaan IP address biar lebih efisien
Sebagai contoh jaringan UNBK diberikan alamat IP 192.168.0.200 (gateway) kita akan bagi menjadi jaringan yang lebih kecil menggunkan subnet
saya akan mengambil contoh IP pada jaringan UNBK diberikan gateway 192.168.0.200/24 kita akan coba ubah menjadi lebih kecil, dikarenakan netmask yang digunakan ialah netmask defauld yaitu /24 kita akan mencoba netmask yang diatasnya yaitu /26
IP 192.168.0.200/26 (gateway)
Mencari netmasknya dengan rumus 32-26 = 6 artinya terdapat 6 bit angka 0 pada byte terakhir
11111111.11111111.11111111.11000000
128
64
32
16
8
4
2
1
1
1
0
0
0
0
0
0

Subnetmasknya 255.255.255.192
1. Sekarang kita mencari jumlah subnet  dan hostnya yaitu dengan rumus 2n
Dimana n = jumlah bit 1
Jadi 22= 4 subnetmask
2. Jumlah host persubnet rumusnya 2y-2 dimana y adalah bit 0 pada okted terakhir
26 - 2= 62 host persubnet
3. Hitung blok subnet
256 – 192 =64
64 +64 = 128
128 + 64 =192
Jadi  subnetmasknya 0,64,128,192
Maka tabel ini bawah ini menentukan pengalamatan IP dan subnetmasknya
Host pertama
Host terakhir
Subnetmask
Broadcast
192.168.0.1
192.168.0.62
255.255.255.0
192.168.0.63
192.168.0.65
192.168.0.126
255.255.255.64
192.168.0.127
192.168.0.129
192.168.0.190
255.255.255.128
192.168.0.191
192.168.0.193
192.168.0.254
255.255.255.192
192.168.0.255



Informatika farmasi
Teknologi informasi dan komunikasi sudah mulai memasuki dunia kesehatan terutama dunia kefarmasian, dan menjadi suatu hal yang penting dari penyelenggaran kesehatan di indonesia maupun di dunia, beberapa institusi kesehatan yang ada seperti rumah sakit, klinik, laboratorium, puskesmas dan dinas kesehatan sudah mulai tau sudah banyak yang mulai mengadopsi teknologi ini, tampa terkecuali dunia kefarmasian. Teknologi informasi bagi dunia kefarmasian sangat efektif dan efisien dalam membantu untuk monitoring proses penyebaran obat yang ada.
Informatika farmasi merupakan bidang yang relatif baru, informatika farmasi disebut juga sebagai farmako informatika. Informatika farmasi adalah bidang ilmiah yang berfokus pada pengobatan yang berhubungan dengan data, informasi dan pengetahuan dalam sistem kesehatan, termasuk penyimpanan, penggunaan analisis, penyebaran dalam pengiriman obat yang optimal terkait pengobatan dan kesembuhan pasien, serta dalam meracik obat. Dan dapat membantu apoteker mengelola informasi.
Informatika farmasi berfokus pada penerapan teknologi untuk apoteker dalam mendukung, merampingkan, meningkatkan alur kerja, meningkatkan keselamatan pasien dengan praktik terbaik dan sistem yang handal. Informatika farmasi juga disebut sebagai pharmaco informatics, adalah aplikasi komputer untuk pengambilan, penyimpanan, adan analisis obat dan informasi resep. Informatika farmasi bekerja dalam sistem informasi manajemen farmasi yang menmabntu apoteker membuat keputusan yang sangat baik, tentang terapi obat pasien, pemberian obat yang tetap kepada pasien, sehubungan dengan catatan asuransi kesehatan, interaksi obat.
Informatika farmasi mempelajari tentang :
1.      Interaksi manusia dan proses kerjanya
2.      Rekayasa sistem dalam perawatan kesehatan dengan fokus pada perawatan farmasi
3.      Meningkatkan keselamatan pasien
Apotik sebuah sistem yang terkomputerisasi dalam mengumpulkan, menyimpan, dan memproses data untuk menghasilkan informasi yang dapat membantu apotik dalam mengambil keputusan yang tepat. Adanya pelayanan yang cepat, tepat dan invormative berarti meningkatkan mutu pelayanan pada pasein terutama dalam peresepan. Pengolahan hendaknya dilakukan dengan cepat dan tepat dan teratur sehingga sehingga tidak lambatnya informasi data yang dihasilkan dikarenakan  sistem yang digunakan sudah secara otomatis dan terkomputerisasi.
Informatika farmasi akan memastikan bahwa konunikasi akan menjadi lebih mudah bagi penyedian layanan kehehatan, apoteker, dan pasien sehingga mereka semua dapat bekerja sama untuk kepentingan pasien. Dokter dan perawat, pekerja rumah sakit, dan profesional kesehatan lainnya harus mampu untuk mengakses catatan yang relevan dan informasi pasien dengan mudah. Sedangkan apoteker perlu tahu persis obat apa yang akan diresepkan untuk pelanggan dan apakah ada bahaya resep baru akan menyebabkan interaksi dengan obat lain yang buruk. Pasien, tentu saja harus dapat menerima dengan mudah dan cepat mengikuti petunjuk tentang bagaimana mereka harus menangani pemulihan mereka dan apa efek samping dari obat-obat yang mereka mungkin alami.
Informatika farmasi juga dapat membantu para praktisi farmasi atau apoteker dalam desain sistem dan manajemen database obat dan dapat merampinbgkan proses sehingga personil yang digunakan lebih efesien dan kualitas informasi lebih baik.contoh proses tersebut adalah :
1.      Entry dan order verifikasi
2.      Catatan administrasi obat
3.      Laporan evaluasi penggunaan obat
4.      Pelacakan inverstasi
5.      Pemetaan penyebaran obat
6.      E-resep
7.      Mengakses informasi klinis seperti laporan dan risncian interaksi obat
8.      Terapi obat
9.      Dan lain-lain
Selain itu masih ada sejumlah manfaat menggunkaan informatika farmasi yaitu :
1.      Meningkatkan komunikasi antara apoteker, dokter dan tenaga kesehatan lainnya, serta pasien.
2.      Mampu meningkatkan kecepatan diagnosis dan memeriksa interaksi obat yang mungkin atau alergi sebelum resep diisi
3.      Informatika farmasi memungkinkan memungkinkan pasien untuk memiliki pemahaman yang lebih baik dari obat-obatan terutama antibiotik yang mereka diberikan dan memungkinkan mereka menjadi aset penting dalam pengobatan penyakit mereka sendiri.
4.      Apoteker juga mungkin dapat membantu apoteker dan orang lain dalam menentukan resep obat yang tetap untuk diberikan kepada pasien untuk kondisi tertentu, dengan diagnosis yang tepat dan pengobatan.
contoh penerapan penerapan sistem informasi farmasi adalah :
1.      sistem informasi manajemen apotik , dimana program ini menggunakan bahasa program HTML, PHP, java scrip serta databasenya mysql.
Sistem informasi ini merupakan sistem informasi pencatatan obat dan alat kesehatan di apotik dengan menggunakan sistem informasi manajemen apotik alur obat mulai dari penerimaan, pencatatan di gudang obat dan penjualan ke pasien terekam dalam database sehingga stok opname dapat dilakukan secara otomatis dan realtime serta mejadapatkan kualitas informasi dengan lebih baik.
2.      Aplikasi E-Resep
Dimana aplikasi ini dapat memudahkan pasien dalam mengambilan resep obat yang diberikan oleh dokter atau apoteker, serta membuat dokter dan apoteker dapat memilih obat yang tepat untuk diberikan kepada pasien


Dalam membangun  smart dibutuhkan pembangunan infastruktur yang memadai diantara insfastruktur yang dibangun anatara lain :
1.      Data center
Jika kita membangun sebuah sistem teknologi informasi terutama membangun smart city data center merupakan bagian utama yang harus dibangun dan menjadi prioritas utama dalam pembangunan smart city. Data center saat ini dapat dilihat sebagai kunci dari parameter dalam membangun smart city, dan bukan sebagai fasilitas eksternal untuk penyimpanan informasi dan model operasi dalam pembangunan smart city.
Data center menjadi sangat penting dalam membangun smart city dengan skala besar. Setiap gangguan dioperasi data center dapat benar-benar menurunkan kinerja smart city jika tidak memiliki strategi cadangan yang efisien.
Data center merupakan fasilitas yang terdiri merupakan fasilitas yang terdiri dari jaringan komputer dan penyimpanan yang digunakan dalam proses bisnis atau organisasi untuk mengatur, memropses, menyimpan dan menyebarluaskan data dalam jumalah yang besar.
Smart city biasanya akan tergantung pada aplikasi, layanan, dan data yang terdapat dalam data center, menjadikan titik fokus dan aset penting dalam keperluan sehari-hari.
Data center juga berfungsi sebagai principal repositories untuk segala macam keperluan IT, termasuk server, subsistem penyimpanan, networking switch, router dan firewall, serta pemasanagan kabel dan physical racks yang digunakan untuk mengatur dan menghubungkan peralatan IT
Pentingnya Data Center di dalam Infrastruktur IT
1. Sumber daya listrik yang tidak terganggu
Data center memiliki sistem power supply yang baik. Biasanya jika terjadi pemadaman listrik, pada umumnya battery bank akan menyediakan data hingga generator diesel masuk. Hal ini memastikan hampir tidak ada gangguan dalam sumber daya listrik. Menandakan bahwa uptime server yang lebih tinggi.
2. Security
Security (keamanan) adalah salah satu fitur paling penting yang diperlukan klien di data center. Semua akses fisik dikontrol sepenuhnya. Identitas dapat dikonfirmasikan melalui biometrik dan semua aktivitasnya adalah video-login.
3. Pemrosesan dan Penyimpanan
Dengan prosesor multicore baru di pasar saat ini, di data center kecepatan pemrosesan dapat ditingkatkan dalam hitungan jam. Penyimpanan tambahan juga dapat ditambahkan sesuai dengan kebutuhan.
4. Banyak IP Provider
Internet berkecepatan tinggi sangat penting untuk e-commerce. Mempertimbangkan jangkauan yang paling dibutuhkan oleh bisnis online di dunia saat ini, banyak penyedia layanan IP yang berlokasi di satu lokasi.
Terbukti hal ini sangat menguntungkan daripada berlangganan untuk koneksi individual. Ada penghematan modal hanya dengan menyewa koneksi untuk jangka waktu tertentu daripada membeli saluran khusus.
5. Bandwidth
Ketika bisnis online berkembang, bar untuk kebutuhan bandwidth meningkat secara radikal. Registrasi produk, pemasaran berbasis web, iklan video, konferensi audio, kolaborasi video dan audio adalah semua aplikasi bandwidth yang lengkap. Data center dilengkapi dengan baik untuk menangani kebutuhan di setiap saat.
Oleh sebab itu pembangunan smart city harus didahulukan proses pembangunan data center yang berfungsi untuk pusat dari data dan informasi

2.       Jaringan komputer
Pembangunan smart city harus memperhatikan jaringan komputer apa yang digunakan, apakah menggunakan jaringan MAN (Metroolitan Area Network), WAN (wide area network) atau jaringan internet, setiap jaringan komputer yang dipilih akan membuat kualitas informasi yang yang disampaikan ke pada pengguna bisa lebih optimal
Setaip daerah memiliki jaringan komputer yang berbeda-beda, tidak bisa di samakan contoh jika menggunkan jaringan internet di kota A maka tidak bisa juga jaringan internet digunakan di kota B, disebabkan kecepatan setiap internet akan berbeda-beda,
Untuk itu pemilihan jaringan komputer akan mempengaruh dengan kualitas informasi  


Dalam komunikasi data atau pertukaran data memalui media jaringan komputer harus memiliki standar dalam melakukan pertukaran data, terutama data medis dalama hal ini rekam medis seorang pasien, banyak vendor atau perusahaan membuat sistem informasi rumah sakit mash belum memiliki standar yang di gunakan dalam pertukaran data medis. Standar pertukaran data medis kita bisa mengacu dengan menggunakan HL7 (Health Level Seven) , HL7 akan memberikan standar yang digunakan dalam pertukaran data medis.
Apa itu HL7

HL7 adalah pertukaran data klinis yaitu data medis yang bisa berupa gambar atau video, yang biasa diguakan dalam pengiriman data radiologi, atau berupa teks dan angka.

Dengan menggunakan HL7 pertukaran informasi medis bisa lebih disederhanakan dan dapat dengan mudah dalam hal pembacaan data, terutama pertukan data medis melalui media jaringan komputer denagn menggunakan teknologi FTP (file tranfer protokol), WWW(Word wide web), maupun SMTP (simple mail tranfer protokol) maupun  menggunakan teknologi teknologi jaringan yang lain, dengan mengikuti standar ini pertukaran informasi bagi rumah sakit maupun di klinik-klinik yang ada makin lebih mudah dan lebih efisien, dengan mengguankan standar HL7 di setiap rumah sakit maka setiap pembacaan informasi akan sama dan lebih cepat dalam penanganan pasien.

Heath Level 7 (HL7) adalah salah satu dari beberapa standard NSI (American National Standards Institute), yang telah diakreditasi oleh SDO (Standards Developing Organizations). Standarisasi ini dipakai khususnya untuk bidang atau area healthcare system. HL7 menciptakan standard untuk pertukaran, manajemen, dan integrasi informasi kesehatan elektronik untuk tujuan klinis dan administratif. HL7 tidak mengembangkan perangkat lunak, tetapi hanya menyediakan organisasi kesehatan dengan spesifikasi untuk membuat sistem dapat saling bertukar informasi. HL7 merupakan standard pertukaran data medis yang berbentuk teks (Benson, 2010:91).
Level 7 dari HL7 berasal dari level ketujuh dari Open System nterconnection (OSI). Dimana level ketujuh mempunyai fungsi mengkomunikasikan data antara aplikasi satu dengan aplikasi lainnya. Dengan demikian Health Level 7 memiliki arti komunikasi data kesehatan antar satu aplikasi dengan aplikasi lainnya. (ANSI, 2007)

Sejarah HL7
HL7 version 2 adalah standard pengiriman data yang digunakan paling besar di dunia. Lebih dari 90% rumah sakit yang ada di USA menggunakan HL7 sebagai standard pengiriman data. HL7 pertama kali dikenalkan pada tahun 1987, dengan nama HL7 version 1.0. HL7 version 1.0 hanya fokus pada pertukaran informasi diantaranya admissions, discharges dan transfers (ADT). Pada tahun 1988 HL7 version 2.0 mulai dikenalkan, dengan ada penambahan perlakuan pada permintaan pertukaran dan pembuatan laporan, yang berbasis pada standard ASTM (American Society of Testing and Materials) E.1238.88. Dan pada tahun 1991, version 2.1 mulai dikeanalkan
HL7 version 2 dikembangkan selama lebih dari 20 tahun. Waktu penulisan, versi yang terakhir adalah versi 2.6, dan standard ANSI telah menyetujuinya. Selama pengembangan beberapa periode lingkup HL7 version 2 mengalami peningkatan besar sekali, tetapi dengan prinsip dasar yang susah untuk dirubah. Standard HL7 version 2.6 sekarang mempunyai 1.965 lembar dan 717.000 kata. Ini adalah alasan mengapa HL7 version 2 mengalami perubahan yang besar sekali dalam informasi kesehatan.

Salah satu prinsip dasar HL7 adalah tetap kompability dengan versi yang lama, walaupun standard telah dikembangkan terus menerus. Ide itu digunakan dalam pembuatan sistem, sistem yang menggunakan versi baru harus dapat mengerti message dari versi lama (Benson T, 2010:93).